Analisa Gerakan Keagamaan dan Pemikiran

Oleh: Isti M

Buku ‘GERAKAN KEAGAMAAN DAN PEMIKIRAN yang dimuat oleh WAMY , memuat sebanyak mungkin gerakan keagaman maupun pemikiran yang ada di dunia ini. Namun demikian, tidak semua gerakan dan pemikiran tersebut berpengaruh sampai ke Indonesia. Pengaruh globalisasi di seluruh dunia dan juga kemudian arus reformasi pasca Soeharto, telah mengakibatkan semakin rumitnya peta pergerakan Islam di Indonesia. Sebagian besar gerakan-gerakan tersebut telah masuk baik secara terang-terangan maupun tersembunyi ke Indonesia dan sebagian lagi masih bersifat semangat regional dan karenanya belum dikenal di Indonesia. Sesampainya gerakan maupun fikroh tersebut ke bumi pertiwi, merekapun mengalami percampuran dan pelarutan, maupun peng-Indonesia-an dengan gerakan keagamaan dan pemikiran lokal. Segala interaksi yang terjadi antar kedua gerakan tersebut telah membentuk wajah dan sifat blantika dakwah Islamiyah di Indonesia ini.

Tulisan ini bukan dimaksud untuk menghujat siapapun dan golongan manapun, namun dibuat untuk memberikan sekelumit informasi guna memahami medan dakwah Islamiyah di Indonesia ini. Tulisan ini juga tidak dapat menarik garis yang nyata antara gerakan-gerakan yang diuraikan sebab pada hakekatnya memang selalu saja terjadi irisan dan saling pengaruh antara satu dengan lainnya, bahkan belakangan tampak berkoalisi, sebagai contoh adalah koalisi antara kaum nasrani misionaris dengan Syiah Imamiyah dan Islam Posmo, bahkan dengan Komunis pada gerakan PRD, atau koalisi Islam Posmo, kabatinan dan Syiah Imamiyah pada kelompok pengajian Neo-Sufisme. Atau warna yang kental antara Nu dan Habaib pada sebagian jamaah masjid di Jawa

Garis besar peta pergerakan :

Secara garis besar pembagian/pengelompokkan pergerakan tersebut sebagai berikut:

  1. Gerakan keagamaan

1.1. Gerakan keagamaan Islam

1). Yang dipengaruhi manhaj Ahlussunnnah

Contoh : Hizbut Tahrir, dakwah Salafy, Ikhwanul Muslimin, Jamaah Tabligh dll

2). Yang dipengaruhi selain Ahlussunnah.

Contoh : gerakan Baha’Iyah yang dipengaruhi Syiah di Iraq dan gerakan Syiah Imamiyah di Iran dll

1.2. Gerakan keagamaan yang bukan Islam

1). Gerakan yang dipengaruhi agama Ahli Kitab

Contoh : Yudaisme, Mormon dll

2). Gerakan keagamaan yang non Ahli kitab.

Contoh : Buddhisme, Panteisme, Taoisme dll

 

2. Gerakan anti agama

Contohnya : Komunisme, Darwinisme, Sekulerisme dll.

Pada kenyataannya, selalu saja ada percampuran disana-sini dan kemudian menghasilkan sebuah gerakan baru, sebagai contoh klasik adalah bagaimana lahirnya sekularisme dari dunia Kristen yang kemudiaan juga mempengaruhi umat Islam, juga tentang lahirnya gerakan Zionisme yang sekuler.

Untuk selanjutnya pembahasan akan difokuskan pada peta pergerakan di Indonesia.

Garis Besar Peta Pergerakan Di Indonesia

Secara garis besar peta pergerakan dapat dibagi sebagai berikut:

1. Pergerakan non Islam masih dapat dibagi menjadi:

  • Pergerakan keagamaan lain
  • Gerakan Sosialis Komunis
  • Pergerakan LSM-LSM

2. Pergerakan Islam atau yang mengatasnamakan Islam

  • yang menganut manhaj Ahlusunnah Waljamaah
  • yang sudah keluar dari manhaj tersebut
  • Jika dilihat dari asalnya, dapat juga dibagi menjadi pergerakan yang berasal dari luar negeri (bersifat internaional/alamiyah). Dan ada juga yang bersifat regional/mahalliyah.

Untuk tulisan ini yang akan diungkap hanya sebagian dari nomor (2)

Gerakan–Gerakan Yang Masih Sesuai Dengan As-Sholah Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah: Yang termasuk 4 gerakan besar dan bersifat ‘alamiyah/internasional dan masih menganut manhaj Ahlus Sunnah Wal-Jamaah : Salafy, Hizbut Tahrir, Jamaah Tablligh dan Ikhwanul Muslimin.

Sedangkan gerakan yang bersifat internasional tetapi tidak termasuk manhaj Ahlus Sunnah adalah gerakan Syiah (tsana Asyariyah yang bersifat di Iran), gerakan Ahmadiyah, gerakan Bahaiyah yang baru diresmikan oleh Gus Dur (mantan presiden RI), Tarekat Naqsabandiyah yang dipimpin Haqqani yang pernah berkunjung ke Indonesia , dll.

Keempat pergerakan Islam Internasional Ahlus Sunnah sudah dirasakan kehadirannya sejak Islam di Indonesia. Misalnya pada tahun 1947 sejumlah tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia sudah berinteraksi dengan jamaah Ikhwanul Muslimin di Mesir. yaitu KH. Agus Salim berkunjung ke markas Ikhwanul Muslimin di Kairo bersama Muhammad Rasyidi. Meskipun tidak terang-terangan menggunakan nama yang sama namun hubungannya dengan masing-masing induk pergerakan di negara asal mereka tampak pada:

(1) Buku-buku yang menjadi rujukan.

(2) Manhaj /metodologi perjuangan yang digunakan .

(3) Interaksi dengan personil dari pergerakan pusat.

Gerakan-gerakan Islam regional yang masih menganut manhaj Ahlus Sunnah adalah:

-          Masyumi, yaitu federasi Gerakan Islam Indonesia pada tahun 1950-an . Selanjutnya gerakan ini terurai menjadi banyak sekali fraksi dan masing-masing berdiri sendiri-sendiri. Sedangkan Masyumi-nya sendiri baru pada pemillu 1999 namanya muncul kembali.

-          Nahdatul Ulama yang memisahkan diri dari Masyumi pada pemilu1955 dan sekarang berbasis di pesantern-pesantren khususnya daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

-          Muhammadiyah, yang titik tekannya pada sektor sosial dan pendidikan.

-          Al-Irsyad, yang menjadi wadah para keturunan arab yang masih mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.

-          NII (Negara Indonesia atau DI/TII), yang berorientasi politik non kompromi terhadap NKRI dan bersifat militeristik. NII ini dahulu berasal dari organiasasi Syariat Islam zaman Pra kemerdekaan, kemudian berpisah jalan dengan tokoh-tokoh kemerdekaan lain sejak tahun 1949.

-          Gerakan yang berbasis pelajar dan mahasiswa seperti HMI, PII dan ‘gerakan Tarbiyah’ (begitulah nama yang diberikan oleh sebagian orang terhadap gerakan yang berbasis kelompok-kelompok kecil/halaqoh) telah lama menyemarakan blantika dakwah Islam dan berhadapan langsung dengan gerakan yang bersifat anti agama seperti gerakan independen (marak tahun 70-an akhir dan awal 80-an) yang sekuler dan neo-komunisme (pasca reformasi) d kampus-kampus dan sekolah-sekolah.

-          Gerakan atau perkumpulan kecil-kecil yang kadang hilang dan timbul dan bersifat setempat. Disebut ‘kecil’ atau setempat dilihat dari daya pengaruhnya kepada keseluruhan umat Islam Indonesia yang terbatas pada daerah tertentu atau kalangan tertentu atau karena figure tertentu. Misalnya Jamaah Masjid Salman ITB, Jamaah masjid Asy Syuhada Jogja, Jamaah masjid ARH Salemba, dll atau Daarut Tauhid dengan tokohnya Abdullah Gymnastiar, Hidayatullah (berpusat di Kalimantan dan Surabaya) yang sekarang ini mulai berkibar dengan majalah websitenya , At Tahieriyyah dan Asy Syafi’iyah yang berangkat dari komunitas NU Betawi.

Gerakan-gerakan regional yang sudah menyimpang dari manhaj Ahlus Sunnah Wal-Jamaah adalah :

-          Isa Bugis /Inkarrussunnah : yaitu gerakan yang hanya mau menerima Al-Qur’an sebagai rujukan dan menolak Al-Hadits. Gerakan ini kecil saja namun karena penyimpangannya ia sering dianggap ‘duri dalam daging ‘ oleh para tokoh harakah Islam di Indonesia ini.

-          Islam Jama’ah, yang diduga sebagai gerakan sempalan bikinan Ali Murtopo atas intruksi Soeharto tahun 1970-an. Pengaruhnya juga kecil sekali, terutama setelah tokoh utamanya Nurhassan Ubaidillah meninggal dunia. Juga karena penyimpangannya gerakan ini sama dianggap ‘duri dalam daging’ ummat terutama karena mengkafirkan yang selain jamaah mereka.

-          Gerakan Islam Posmo (Post Modern ) yang dikembangkan oleh murid-murid kumpulan orientalis barat (Yahudi Nasrani). Titik tekan mereka pada percampuran ideologi rasionalisme, sufisme/spiritulisme, pluralisme, humanisme dan sekularisme. Tokoh-tokoh mereka dianggap sebagai ‘cendikiawan muslim’, namun nota bene mereka belajar Islam justru dari orientalis Yahudi dan Nasrani di manca negara. Ide-ide atau wacana-wacana mereka seringkali sudah keluar dari garis batas keislaman seseorang, misalnya lontaran untuk menerima semua agama sebagai sama benar.

Prospek Ke Depan :

Masa depan umat di tangan umat itu sendiri, sesuai dengan QS 13:11:

…sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain dia’.

Betapapun rumitnya peta pergerakan Islam di Indonesia, baik karena tercampurnya dan maraknya haq dan batil, betapapun kebodohan umat Islam secara umum –yang merupakan batu ganjalan besar bagi kebangkitan ummat-, namun optimisme tetap tampak di sela-sela kekhawatiran dan kerisauan tersebut. Era reformasi yang dikaruniai Allah SWT kepada umat Islam Indonesia membuka kesempatan yang luas bagi siapa saja untuk menampilkan diri dan isi fikirannya, dan karena kita umat Islam meyakini bahwa Islam itu benar dan satu-satunya yang benar, mak kita semua harus yakin bahwa justru pada akhirnya umat akan memilih yang benar, yaitu dienul Islam yang fitrah dan tak peduli wajah apapun yang dipakai dan dari manapun kebenaran itu datangnya.

Optimisme lain datangnya dari semangat para pemuda Indonesia yang sejak awal tahun 80-an telah menunjukkkan kegairahan untuk kembali kepada Islam yang benar. Kini [para pemuda generasi awal tersebut telah memasuki usia setengah baya (40-an)] dan mulai mengambil posisi-posisi penting di masyarakat, mereka telah nyata-nyata mempengaruhi keseluruhan wajah umat Islam Indonesia masa kini.

Masih ada satu lagi optimisme terbaru yang semakin membawa harapan bagi umat, yakni tumbuhnya semangat untuk berdialog dan membuka diri, yang Insya Allah kita harapkan akan berlanjut menjadi semangat bekerjasama . Amin.

Dengan segala optimisme lapangan dan optimisme keimanan kita songsong hari depan umat Islam Indonesia yang lebih baik.

Wallahu’a’alam bisshawaab

Dibawakan oleh M.Ikhsan Tanjung di Gedung AUFA, Kelapa dua Depok, 20 Januari 2002, dfalam seminar ½ hari Aliran dan Pemikiran Keagamaan di Indonesia diselenggarakan oleh Yayasan Bina Potensi Muslim dan ditulis kembali oleh Isti.

About these ads

About diankurniaa

Dian Kurnia. Blogger; Penulis Lepas di koran lokal dan nasional; Mahasiswa Sejarah UIN SGD Bandung.
This entry was posted in Informasi, Islam, Tugas Kuliah, Umum and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s