Gerakan Pemurtadan Evangelis Terhadam Umat Islam

Kepala Gereja Presbiterian asal Ghana, Dr. John Azumah memberikan informasi mengenai cara-cara ampuh untuk memurtadkan orang Islam, dalam konferensi internasional penganut Evangelis yang berlangsung di California, AS.

Azumah adalah seorang Muslim yang murtad, kemudian memeluk agama Kristen. Ia menyarankan agar umat Kristiani membuka jalan untuk lebih banyak berinteraksi dengan komunitas Muslim. “Masuklah ke komunitas-komunitas Muslim, Negara-negara Muslim dan dunia Muslim-pelajari budaya dan bahasa mereka, jangan paksa mereka untuk memahami bahasa Anda,” tutur Azumah.
Menurutnya, ada empat strategi ampuh untuk memurtadkan orang Islam. Pertama, umat Kristiani harus melakukan upaya untuk mengetahui seluk beluk Muslim. “Tunjukan minat untuk mengetahui ketakutan, kesenangan dan ajaran keyakinan mereka (umat Islam). Seorang Muslim memiliki nama, wajah, dan tidak banyak umat Kristiani yang mengenali wajah mereka, “kata Azumah di acara Inside Out Evangelical Conference, seperti dilansir The Christian Today, Rabu (20/8).
Kedua, untuk menark hati orang Islam, para misionaris harus bersikap seperti “sinar” dan bukan sebagai “lampu sorot”. “Saat ini banyak umat Kristiani yang cenderung bersikap sebagai “lampu sorot” dalam melakukan aktivitas pemurtadan,” katanya.
Dalam konferensi yang diselenggarakan oleh US Presbyteian Global Fellowship, Azumah mengingatkan para peserta konferensi agar tidak secara langsung menyorotkan cahaya ke mata orang yang menjadi target pemurtadan mereka, karena hal itu akan membuat orang yang bersangkutan melindungi matanya atau mengalihkan pandangan.
“Hentikan pendekatan dengan gaya lampu soro dan jadilah lentera. Jangan langsung menembak dengan menggunakan ayat-ayat Al-Kitab, tapi tariklah mereka (Muslim) dengan cara menunjukan bahwa Anda mencintai mereka, setelah itu baru gunakan ayat-ayat Al-Kitab,” papar Azumah.
Ketiga, pemurtadan dengan cara berbagi pengalaman dan pengkuan pribadi. Cara ini, kata Azumah, sangat ampuh karena langsung melibatkan orang yang punya pengalaman pribadi. Ia mencontohkan kisah di dalam Al-Kitab tentang seorang perempuan Smatrian yang berhasil membuat orang-orang di kotanya mengikuti ajaran Kristus, setelah si perempuan menceritakan pengalaman pribadinya tentang keyakinan yang dianutnya.
Keempat, untuk melakukan pemurtadan, kata Azumah, menunggu perubahan apa yang akan terjadi. “Anda mungkin punya sumber daya, punya pengetahuan, punya antusiasme, tapi tunggulah sampai Roh Kudus dating pada kalian. Ini adalah bisnis spiritual,” tukas Azumah.
Dalam konferensi tersebut, Sekjen European Engangelical Alliance (EEA, Gordon Showell Rogers, menyerukan gerakan pemurtadan umat Islam di seluruh Eropa. Ia menyatakan, arus imigrasi Muslim ke benua eropa adalah kesempatan bagi para Evangelis untuk memurtadkan mereka.

Sumber: Risalah Mujahidin; Berterus Terang Dengan Kebenaran, Tahun II/Edisi 22, halaman 79-80.

About diankurniaa

Dian Kurnia. Blogger; Penulis Lepas di koran lokal dan nasional; Mahasiswa Sejarah UIN SGD Bandung.
This entry was posted in Gerakan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s