Merdeka Dengan Menulis

Oleh Dian Kurnia

Merdeka atau kemerdekaan adalah terbebas dari segala macam kungkungan dan tindasan pihak asing di luar diri kita yang dengan sengaja mengatur atau melakukan tindakan intervensi terhadap diri kita secara internal demi kepentingan mereka sendiri sebagai penjajah. Dalam pengertian sehari-hari kita sering mendengar istilah merdeka ketika membicarakan hal yang menyangkut Negara. Kemerdekaan Negara Indonesia yang dideklarasikan oleh Dwi Tunggal, Soekarno-Hatta, pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah sebuah realitas kemerdekaan bangsa Indonesia atas pihak kolonial (Belanda dan Jepang).

Dengan kemerdekaan yang telah di peroleh oleh bangsa ini, maka secara sosial kehidupan masyarakat Indonesia akan berubah menjadi sejahtera. Karena perlakukan otoriter pihak asing sudah non-aktif secara formal. Tetapi, ketika kita melihat realitas saat ini dalam masyarakat Indonesia, yang terjadi adalah kesenjangan sosial antara warga masyarakat dengan pemerintah dan juga antara warga masyarakat. Hal ini adalah sebuah kesalahan dalam system manajemen pemerintahan yang saat ini diterapkan di Negara Indonesia.

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, telah dipakai beberapa system pemerintahan yang dengan hal itu pemerintah bisa melakukan tindakan politik, baik politik praktis maupun politik cultural dan politik sosial. Berbeda ketika kita membicarakan masalah kemerdekaan dalam artian individu. Subjektivitas akan terlihat dalam hal ini. Kemerdekaan bagia tiap individu akan saling berbeda dengan individu lainnya. Hal ini merupakan sebuah kelumrahan dalam ranah kemerdekaan secara internal atau pribadi. “Kemerdekaan adalah ketika kita bisa melakukan segala sesuatunya tanpa ada larangan dan peraturan yang kaku.” Ungkap salah seorang teman dalam satu kesempatan dialog. “Kemerdekaan itu ketika kita bisa menulis dengan bebas, tanpa adanya hukuman bila menulis tentang kebobrokan sistem”. Ungkap yang lainnya. Bagaimanapun persepsi kita akan kemerdekaan, sejatinya kita bisa memahami dan mendefinisikan kemerdekaan itu secara internal. Janganlah kita bersikap secara apatis terhadap realitas kemerdekaan yang sesungguhnya.

Kekacauan sistem sosial misalnya, adalah akibat dari kemerdekaan yang kebablasan tanpa mengenal norma dan aturan yang ada. Aturan secara umumnya adalah untuk mengkondisikan sub-sistem sosial agar tercipta suatu kondisi yang seimbang dan tidak terjadi crash di antara sesama sub-sistem sosial, dalam hal ini masyarakat. Menulis dalam artian kemerdekaan menyatakan pendapat adalah sebuah aspek dari Hak Azasi Manusia atau HAM, yakni bebas menyatakan aspirasi dan pendapat. Tidak ada aturan yang secara spesifik mengatur aturan dalam menulis secara subtansial, yang ada adalah aturan dalam sistematika tulisan atau tatacara dalam menulis yang baik dan benar.

Budaya Menulis dan Membaca Harus DigalakanIsi atau subtansi bagaimanapun pedasnya, bagaimanapun kerasnya mengkritik seseorang, selama itu ada dalam sebuah tulisan tak jadi masalah. Masalah sebenarnya adalah ketika pedasnya dan kerasnya itiu direalisasikan kedalam sebuah tindakan nyata, yakni kekerasan atau kriminalitas. Menulislah karena menulis adalah kemerdekaan internal yang sampai kapanpun tak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun. Menulis adalah menyatakan pikiran secara tertulis dalam media tulis sehingga orang lain bisa memahami dan mendefinisikan pengertian baru dari pemikiran yang telah kita tuliskan dalam kertas. Dengan menulis kita akan banyak mendapatkan keuntungan, baik secara internal maupun eksternal. Tulisan kita akan memberikan derajat yang tinggi kepada kita selaku penulis apabila menuliskan sesuatu yang bermanfaat bagi umat saat ini dan yang akan dating. Gapailah kemerdekaan internal dengan banyak menuliskan apa-apa yang ada di lingkungan kita secara terstruktur dan sistematis agar kita bisa menjadi manusia yang merdeka secara sejati.

Wallahu’alam

About diankurniaa

Dian Kurnia. Blogger; Penulis Lepas di koran lokal dan nasional; Mahasiswa Sejarah UIN SGD Bandung.
This entry was posted in Renungan, Tips, Umum and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s