Resolusi dan Revolusi

Oleh Dian Kurnia

Update or posting to blog, memang butuh sebuah ketekunan dan kesabaran. Dalam mencari ide dan sumber harus sinkron dengan keadaan kita sendiri agar hasil yang didapatkan (published) bisa tergolong high end (teknologi kalie….. :-D).

Hidup memang penuh dengan berabagai macam intrik dan permasalahan yang sangat dan sangat kompleks. Sarat akan penyakit jika kita sebagai wadah bersemyamnya berbagai macam penyakit ini tidak dipasangi dengan guard-body (semacam anti virus gituH…..).

Perubahan dalam hidup bisa dikatakan terus dan menerus menghiasi. Setiap aspek kehidupan akan mengalami proses yang namanya resolusi dan revolusi. Dua kata yang hampir mirip bila disebutkan berurutan. Dalam tatanan tata bahasa, re artinya mengembalikan ke keadaan sebelumnya. Seperti istilah restore dalam dunia komputer dengan software aplikasi yang sering dipakainya Deep Freze. Resolusi dalam pemahaman saya merupakan sebuah upaya atau langkah nyata dalam memperbaiki keadaan yang kacau menuju ke keadaan yang lebih kondusif dan dinamis. Sedangkan untuk istilah Revolusi, sering kita identikan dengan perubahan segala aspek kehidupan manusia dalam sebuah sistem yang sedang bergejolak secara radikal sehingga produk dari revolusi ini adalah sesuatu yang benar-benar sangat baru dibanding dengan keadaan sebelumnya.

Dalam negara kita yang sedang ditimpa musibah besar, revolusi adalah kata yang telah menjadi senjata bagi komunitas revolusioner. Berbagai daerah meneriakan REVOLUSI sampai mati. Bahkan, baru-baru ini kita tentu melihat dan mendengar serta akan memberikan sebuah tanggapan atau kritikan akan kondisi PSSI yang dipimpin oleh buapak residivis nasional (kata mereka yg berdemo..), Nurdin Khalid. Secara frekuensional, dia sudah menjabat sebagai Ketum PSSI semenjak tahun 2003 (kalau salahj betulkan ya…hehe). Sebagaimana yang tertera dalam teori kepemimpinan, disebutkan bahwa kepemimpinan yang terlalu lama akan condong pada ekses korupsi dan kejahatan mal-praktek kekuasaan lainnya.

Eh, udah dulu ah, ni dah adzan dzuhur. Letnan mau shalat dulu ya. Lain waktu disambung lagi dengan tema yang lebih menggigit….

Wassalam

About diankurniaa

Dian Kurnia. Blogger; Penulis Lepas di koran lokal dan nasional; Mahasiswa Sejarah UIN SGD Bandung.
This entry was posted in Informasi, Umum and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s