Historiografi, Sebuah Refleksi Kehidupan

Oleh Dian Kurnia

Sejarah sebagai sebuah seni (history as art) merupakan sebuah metode atau langkah prosedural dalam metode penelitian ilmu sejarah. Konsep sejarah sebagai seni diterapkan dalam langkah historiografi. Sebagai sebuah kajian dalam ilmu sosial (humaniora), sejarah berperan dalam memberikan refleksi atas kehidupan umat manusia secara futuristik.

Sebagaimana diungkapkan oleh E. Kosim (METODE SEJARAH, ASAS DAN PROSES), pada tahapan historiografi, hasil interpretasi atas fakta-fakta itu kita tuliskan menjadi suatu kisah sejarah yang selaras dan nyata (non-fiktif).  Seorang sejarawan harus mampu untuk menguraikan pikirannya, gagasannya, konsepnya, serta fakta-fakta yang menyokong pikirannya itu secara jelas dan mendalam ke dalam sebuah produk sejarah.

Ajaran agama Islam telah memberikan konsep indah ini dalam kitab yang Agung Al-Qur’an al-Karim mengenai pentingnya manusia mempelajari sejarah dan merefleksikan sejarahnya menjadi sebuah pijakan dalam menjalani hidup ini. Kehidupan umat di masa lalu adalah sesuatu yang tidak akan pernah terulang kembali, tidak akan memberikan suasana yang sama sebagaimana terjadinya dulu. Namun, sejarah itu berulang dalam artian subtansialnya. Secara kontekstual, sejarah akan memberikan sebuah gambaran mengenai apa yang harus kita lakukan lengkap dengan konsekuensinya. Pelajaran yang dapat kita ambil dari satu peristiwa sejarah, akan menjadikan kita bijak sebagaimana ungkapan dari para sejarawan klasik bahwa sejarawan adalah philosof, pecinta kebijakan, kehidupannya akan terarah sesuai dengan koridor kemanusiaannya.

Refleksi dari sebuah peristiwa sejarah penting kita gali dan realisasikan secara all-out. Harapan kehidupan yang gemilang dalam kesuksesan tak lepas dari mempelajari nilai dari peristiwa sejarah. Oleh karena itu, belajarlah secara bijak dalam sejarah. Ambilah nilai moral dalam setiap peristiwa sejarah. Tuliskan apa yang menjadi ibrah bagi kehidupan umat manusia. Jadilah seorang makhluk Tuhan yang bisa mengkoordinasikan seluruh aspek yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT secara optimal dan proporsional.

Wallahu’alam

About diankurniaa

Dian Kurnia. Blogger; Penulis Lepas di koran lokal dan nasional; Mahasiswa Sejarah UIN SGD Bandung.
This entry was posted in Renungan, Sejarah and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s