Metode Penelitian Sejarah (Sebuah Pengantar)

Oleh DIAN KURNIA(*

METODE Penelitian Sejarah lazim juga disebut sebagai Metode Sejarah. Metode itu sendiri berarti cara, jalan, atau petunjuk pelaksanaan atau petunjuk teknis. Metode di sini dapat dibedakan dari metodologi, sebab metodologi adalah “Science of Method”, yakni ilmu yang membicarakan jalan. Adapun yang dimaksud dengan penelitian, menurut Florenze M.A. Hilbish (1952), adalah penyelidikan yang seksama dan teliti terhadap suatu masalah, atau untuk menyokong atau menolak suatu teori. Oleh karena itu, metode sejarah dalam pengertiannya yang umum adalah penyelidikan atas suatu masalah dengan mengaplikasikan jalan pemecahannya dari persfektif historis (Dudung Abdurahman, 1999: 43).

Berbeda dengan Dudung Abdurahman, Sjamsuddin (1996: 60), menyatakan bahwa  metode adalah prosedur, teknik atau cara-cara yang sistematis dalam melakukan suatu penyelidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian sejarah ini adalah metode historis atau metode sejarah. Sjamsuddin (1996: 63) mengartikan metode sejarah sebagai suatu cara bagaimana mengetahui sejarah. Penelitian ini menggunakan metode historis karena permasalahan yang diangkat adalah permasalahan sejarah yang terjadi pada masa lampau yakni tentang Peristiwa 17 Oktober 1952. Selanjutnya, Sjamsuddin (1996: 69) mengungkapkan beberapa langkah yang harus dilakukan oleh peneliti sejarah dalam melakukan penelitian sejarah, yaitu:

  1. Memilih judul atau topik yang sesuai.
  2. Mengusut semua evidensi (bukti) yang relevan dengan topik.
  3. Membuat catatan yang ditemukan ketika penelitian sedang berlangsung.
  4. Mengetahui secara fisik semua evidensi yang telah berhasil dikumpulkan (kritik sumber).
  5. Menyusun hasil penelitian ke dalam suatu pola yang benar atau sistematika tertentu.
  6. Menyajikan dan mengkomunikasikan kepada pembaca dalam suatu cara yang dapat menarik perhatian, sehingga dapat dimengerti.

Dari keenam langkah tersebut, tahapan memilih topik, menyusun semua bukti-bukti sejarah dan membuat catatan termasuk pada langkah heuristik, sedangkan mengevaluasi semua bukti-bukti sejarah termasuk tahap kritik dan terakhir menyusun hasil penelitian serta menyajikannya termasuk tahap historiografi (Sjamsuddin, 1996: 65).

Dalam literatur lain, sebagaimana dikemukakan oleh Gilbert J. Garraghan (1957: 33) dalam Dudung Abdurahman (1999), bahwa Metode Penelitian Sejarah adalah seperangkat aturan dan prinsip sistematis untuk mengumpulkan sumber-sumber sejarah secara efektif, menilainya secara kritis, dan mengajukan sintesis dari hasil-hasil yang dicapai dalam bentuk tertulis. Senada dengan pengertian ini, Louis Gottchalk (1983: 32) menjelaskan Metode Sejarah sebagai proses menguji dan menganalisis kesaksian sejarah guna menemukan data yang otentik dan dapat dipercaya, serta usaha sintetis atas data semacam itu menjadi kisah sejarah yang dapat dipercaya.

Secara umum, Metode Sejarah yang dijelaskan oleh Louis Gottschalk (1983: 18) adalah sebagai berikut:

  1. Pengumpulan objek yang berasal dari suatu zaman dan pengumpulan bahan-bahan tertulis dan lisan yang relevan;
  2. Menyingkirkan bahan-bahan (atau bagian-bagian daripadanya) yang tidak otentik;
  3. Menyimpulkan kesaksian yang dapat dipercaya berdasarkan bahan-bahan yang otentik;
  4. Penyusunan kesaksian yang dapat dipercaya itu menjadi suatu kisah atau peristiwa yang berarti.

Ringkasnya, setiap langkah ini berturut-turut biasa juga diistilahkan dengan: Heuristik, Kritik atau verifikasi, Aufassung atau interpretasi, dan Darstellung atau historiografi. Menurut Kuntowijoyo (1995: 98), sebenarnya ada satu kegiatan penting lainnya yang harus dilalui oleh seorang sejarawan sebelum melalui ke empat tahap di atas, yaitu Pemilihan Topik dan Rencana Penelitian. Hal ini rupanya sejalan dengan pernyataan Sjamsuddin (1996: 96) mengenai langkah-langkah penelitian sejarah.

*) Penulis, mahasiswa Sejarah UIN SGD Bandung

Disarikan dari perkuliahan Metode Penelitian Sejarah (I, II, dan III)

About diankurniaa

Dian Kurnia. Blogger; Penulis Lepas di koran lokal dan nasional; Mahasiswa Sejarah UIN SGD Bandung.
Aside | This entry was posted in Informasi, Sejarah and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s