History as Method (Charles Seignobos)

Oleh Dian Kurnia

Berbagai macam peristiwa di masa lampau  -baik itu menyangkut peristiwa perang, biografi atau kisah kehidupan seseorang, bencana alam, serta peristiwa aktual lainnya-  yang benar-benar terjadi dan dirasakan oleh panca indera manusia adalah sejarah dalam artian umum, sejarah sebagai bagian dari kisah umat manusia. Pernyataan itu tidak seluruhnya salah, sebab sejarah identik dengan definisi subjektif, definisi perorangan, serta definisi psikologis personal.

Namun, ketika sejarah kita bawa dalam kajian keilmuwan sosial, metodologi sejarah menjadi batasan dalam mendefinisikan pengertian sejarah. Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, syajaratun, yang memiliki arti pohon. Dalam bahasa Inggris, sejarah berasal dari kata history, yang berarti masa lampau umat manusia. Sedangkan dalam bahasa Jerman, sejarah berasal dari kata geschicht yang berarti sesuatu yang telah terjadi. Definisi dari ketiga bahasa tersebut mengandung arti bahwa sejarah adalah konsep kehidupan manusia di masa lampau yang sudah terjadi dan nyata di rasakan oleh manusia sesudahnya. Definisi ini belumlah sampai pada pengertian secara metodologis, sebab sifatnya masih general atau umum.

Dalam buku Mengerti Sejarah, Louis Gottschalk menyatakan bahwa sejarah adalah satu aspek kehidupan yang tidak dapat direkonstruksi (dibangun kembali), meskipun orang memiliki kemampuan mengingat yang tajam, rekonstruksi sejarah di masa lampau adalah ketidakmungkinan yang dilakukan, terlebih oleh sejarawan yang memiliki suatu tujuan yang sepenuhnya mereka sadari tidak akan mungkin mereka capai (Gottschalk, 2006: 34).

Sejarah adalah sebuah metode (method), yang berarti jalan. Hal ini berbeda dengan jalan dalam artian way. Method dan way sering diidentikan sama -meski tidak sepenuhnya salah-.  Dalam bahasa Inggris ada kata way dan ada kata method. Dua kata ini sering diterjemahkan cara dalam bahasa Indonesia. Sebanarnya yang lebih layak diterjemahkan sebagai cara adalah kata method.

Dalam buku Metodologi Pengajaran Agama Islam, Prof. Ahmad Tafsir menjelaskan bahwa, Metode ialah istilah yang digunakan untuk mengungkapkan pengertian ‘cara yang paling tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu’ . Ungkapan ‘paling tepat dan cepat’ itulah yang membedakan method dengan way dalam bahasa Inggris (Tafsir, 2007: 9). Selanjutnya, beliau memaparkan jika ada yang bertanya “Bagaimana cara ke Jakarta?” Maka disini tidak digunakan istilah method, tetapi yang paling tepat adalah way. Jika ada pertanyaan lagi “Bagaimana cara yang paling tepat mengajarkan sholat kepada anak SD?” Maka yang digunakan adalah istilah method.

Kembali kepada pokok kajian tulisan ini. Sejarah adalah sebuah metode (procede de connaissance). Begitulah ungkapan Charles Seignobos. Maksudnya adalah metode sejarah adalah satu metode yang bisa diterapkan dalam pokok pembahasan disiplin ilmu manapun. Metode sejarah yang meliputi empat kegiatan pokok (heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi) secara struktural memang terdapat dalam metode kajian disiplin lain. Setiap cara (method) dalam metode sejarah sejalan dengan proses penelitian dalam disiplin ilmu lain.***

Wallahu’alam

Sumber inspirasi:

1. Louis Gottschalk “Mengerti Sejarah”, UI Press, 2006

2. Ahmad Tafsir “Metodologi Pengajaran Agama Islam”, Rosdakarya, 2007

About diankurniaa

Dian Kurnia. Blogger; Penulis Lepas di koran lokal dan nasional; Mahasiswa Sejarah UIN SGD Bandung.
This entry was posted in Sejarah and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s